Wisata Malam di Jakarta

Wisata tidak melulu harus keluar Kota, pergi ke pantai, gunung, atau wisata kuliner di puncak Bogor misalnya. Jakarta pun punya banyak tempat wisata, dari wisata museum, wisata kuliner, wisata alam, sampai wisata tempat hiburan. Tapi, tidak selalu yang namanya wisata harus siang atau sore hari.

Buat kamu yang sedang gabut sepulang kerja atau kuliah, kamu bisa coba berwisata malam di Jakarta, ada banyak pilihan yang bisa kamu pilih untuk kamu kunjungi agar gabutmu hilang!

1. Monas

Land mark Jakarta ini tak pernah sepi pengunjung dan masih menjadi destinasi favorit. Kamu bisa datang malam-malan untuk menikmati suasana bebeda di malam hari. Gemerlap lampu yang cantik akan menambah kesana ronatis bila Kamu menikmatinya bersama pasangan atau bersama gebetan.

2. Kuliner Malam di Pasar Baru

Wisata paling asik pada malam hari adalah wisata kuliner. Kamu bisa mencicipi beraneka ragam kuliner di Pasar Baru. Kalau Kamu suka fotografi, tempat ini bisa Kamu jadikan sebagai spot human interest. Banyak sekali kegiatan yang terjadi di sana.  

3. Taman Ismail marzuki

Bingung malam-malam cari tempat buat nongkrong? Kamu bisa melepas lelah sekaligus menikmati wisata seni yang ditawarkan tempat oleh Taman Ismail Mazuki. Menarik kan? Sambil itirahat membuang rasa penat Kamu juga terhibur oleh swisata seni yang ada di sana. Kadang, tempat ini pun jadi ‘meeting point’ bagi masyarakat para penikmat suasana malam Jakarta.

4. Setu Babakan

Memang, dulunya tempat ini terkenal dengan istilah tempat nongkrong setan. Tapi sekarang sudah tidak lagi, Pemerintah daerah Jakarta Selatan sudah menyulap Setu Babakan menjadi tempat yang bersahabat lho! Kamu dapat menikmatinya sebagai tempat wisata sekaligus kawasan Perkampungan Budaya Betawi. Menarik kan? Bisa lho jadi refrensi Kamu buat liburan akhir pekan ini!

5. Kota Tua

Keliling kota tua dengan sepeda onthel? Ahh, boleh banget! Biar long weekend Kamu makin berarti kan? Cukup menikmati dan menghabiskan malammu di kawasan ini. Kamu juga bisa foto-foto kok di sana, terlebih lagi ada beberapa spot foto yang menarik.

Kuliner Extreme di Jakarta

Punya nyali untuk makan makanan extreme? atau udah udah cobain semua kuliner unik di Bogor? Kamu mesti coba deh kuliner yang tidak biasa ini di Jakarta. Thailand ataupun Filipina mungkin memiliki makanan aneh mereka sendiri seperti serangga ataupun embrio ayam.

Tapi kamu enggak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri untuk ngerasain sensasi makan yang berbeda dan ekstrem! Di Jakarta sendiri, sebagai Ibukota dan tempatnya berbaur segala macam budaya dari penjuru Nusantara, banyak restoran atau warung yang menyediakan hidangan-hidangan yang menggunakan daging dari hewan yang dianggap aneh untuk dimasak. Penasaran ada makanan aneh apa saja?

1. Ular Cobra dan Phiton

Kita mulai dari tipe makanan ekstrem yang paling populer dan dikenal banyak orang. Di Jakarta sebenarnya enggak sulit nemuin restoran atau warung yang menyajikan beraneka ragam masakan ular, baik itu ular kobra, piton, dan ular lainnya. Konon kabarnya ular memiliki banyak khasiat kesehatan, jadi enggak heran banyak yang nyari. Kalau kamu mau nyobain ular, tinggal mengarahkan diri ke daerah Mangga Besar. Sepanjang jalan, kamu akan nemuin banyak warung-warung yang jualan binatang melata satu ini.

2. Biawak

Enggak jauh-jauh dari ular, menu kedua di daftar ini adalah biawak. Buat yang pernah nyoba, banyak yang bilang kalau tekstur daging biawak lebih kenyal dan enak dibanding daging ular. Dan juga seperti ular, memakan daging biawak dipercaya bisa menyembuhkan beberapa masalah kesehatan, terutama kalau bersangkutan dengan kulit. Kalau kamu mau cobain daging biawak, bisa ke Mangga Besar!

3. Kelelawar

Binatang terbang yang satu ini biasanya dimasak oleh warga Manado. Berhubung di Jakarta banyak restoran Manado, kamu tidak akan kesulitan untuk nyari hidangan kelelawar atau paniki dalam bahasa Manadonya. Salah satu restoran yang ada paniki adalah Andy Watung. Daging kelelawar selain emang digemari oleh orang Manado, dipercaya bisa menyembuhkan penyakit asma.

4. Anjing

Emang banyak orang nggak akan tega memakan daging binatang yang satu ini. Namun, hewan anjing enggak luput dari incaran para penggemar kuliner ekstrem. Kalau kamu mau cobain daging anjing, tinggal melipir ke salah satu lapo di Jakarta yang lebih dikenal dengan daging “B1” Atau, kamu juga bisa datang ke sebuah restoran Manado dan menanyakan ada “RW” apa enggak? Tapi perlu waspada, kalau makan daging anjing bisa ngebuat badan kamu panas!

5. Kuda

Walaupun kuda pada umumnya enggak akan ngebuat sebagian orang geli kayak daging-daging lainnya di atas, tetap aja kuda adalah daging yang cukup asing untuk dimasak. Katanya daging kuda memiliki tekstur yang serat seperti kambing, tapi tidak memiliki bau sekuat daging kambing. Nah, kalau foodies mau makan kuda, di Rawamangun ada warung sate dan sop kuda yang cukup terkenal. Namanya Warung Pak Rehan dan terletak di Jalan Pemuda.

Wisata Bernuansa Alam di Jakarta

Salah satu hal yang jarang ditemukan di Jakarta adalah tempat wisata bernuansa alam. Hal ini kerap dibutuhkan masyarakat ibu kota untuk menyegarkan jiwa dan raga setelah penat menjalani aktivitas di hari kerja.

Tenang, perburuan kamu mencari kesegaran alam di Jakarta dan sekitarnya sudah berakhir sekarang. Kamu bisa mengunjungi tempat wisata bernuansa alam di Jakarta sambil menghirup udara segar. jadi kamu tidak perlu lagi memaksakan untuk wisata ke Jogja, Bandung, atau Bali.

1. Taman Suropati

Bersembunyi di kawasan elite Menteng, taman satu ini tampak asri dengan pepohonan dan begitu rapi karena berlantai paving block. Keindahan taman ini juga bertambah dengan banyak karya seni patung dari negara anggota PBB di Asia Tenggara. Saat siang dan sore hari, taman ini menjadi tempat bersantai penduduk ibu kota. Rata-rata pengunjung ke sini untuk bersantai, berfoto, atau berkuliner di pinggir jalan taman ini. Jika datang pada malam hari atau di akhir pekan, kamu bisa menikmati musik dari seniman yang kerap datang menghibur para pengunjung.

2. Hutan Kota Srengseng

Hutan yang berada di Jalan Haji Kelik ini merupakan “paru-paru kota” Jakarta Barat. Hutan Kota Srengseng memiliki lebih dari 4.000 pohon rindang dari sekitar 60 varietas. Di dalamnya, ada pula kawasan bermain anak, trek jogging, danau, dan pujasera sederhana. Danau di sini bisa digunakan untuk memancing ikan, sehingga cocok dijadikan tempat liburan singkat bersama keluarga. Sebagai sebuah hutan kota, tersedia cukup banyak fasilitas umum memadai, seperti lahan parkir, musala, dan toilet.

3. Hutan Mangrove PIK

Di tengah popularitas sebagai kawasan perumahan mewah, Pantai Indah Kapuk (PIK) ternyata menyimpan harta berupa tempat wisata alam bernama Hutan Mangrove. Hutan bakau tersebut berada di kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk dan dikelola oleh Pemprov Jakarta. Sebagai sebuah destinasi ekowisata, Hutan Mangrove menyajikan lahan konservasi yang lengkap dengan fasilitas rekreasi.

4. Setu Babakan

Destinasi yang terletak di Jagakarsa, Jakarta Selatan ini merupakan perkampungan Betawi yang sudah resmi menjadi pusat pelestarian budaya asli Jakarta. Di sini, terdapat juga danau luas yang cantik sebagai tempat hidupnya berbagai tanaman buah dan sayur. Danau ini dinamakan Setu Babakan. Selain dapat menikmati keunikan budaya asli Betawi, pengunjung Setu Babakan juga bisa merasakan kesegaran alam dengan menaiki perahu angsa berkeliling danau. Sambil menikmati alam, pastikan kamu juga mencicipi beragam kuliner khas Betawi di sini.

5. Museum di Tengah Kebun

Di Jl. Kemang Timur Raya, terdapat sebuah museum benda antik yang memiliki kebun hijau di bagian tengah bangunan. Memiliki lahan yang luas, taman hijau ini bisa langsung terlihat saat kamu masuk ke museum. Sambil melihat benda seni dan barang antik dari pelosok nusantara, Jepang, Eropa, dan China, kamu pun bisa bersantai di kebun hijau. Untuk berkunjung ke sini, kamu harus melakukan reservasi ke pihak museum dari jauh-jauh hari. Selain itu, kamu pun diharuskan membawa 7-10 orang dalam sekali kunjungan.

Kesenian Betawi

Suku Betawi merupakan sebuah suku bangsa Indonesia yang penduduknya bertempat tinggal di Jakarta. Suku Betawi Terlahir dari percampuran antar suku dan bangsa yang di bawa Belanda ke Batavia pada masa lalu.

Betawi memang di kenal sangat kaya akan kesenian –kesenian yang menjadi ciri khas bagi budaya betawi. Sama halnya kota lain yang memiliki kesenian seperti kesenian di Jogja, Bali, Bandung, dan lain – lain. Berikut adalah 4 kesenian yang menjadi ciri kebudaya betawi.

1. Gambang Kromong

Gambang kromong adalah sejenis orkes yang memadukan alat music gamelan dengan alat music dari tionghoa. Nama gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi yaitu gambang dan juga kromong. Terbentuknya orkes ini pada awalnya di pelopori oleh kapten cina yang bernama Nie Hoe Kong.

2. Lenong

Lenong merupakan seni teater tradisional rakyat betawi. Pertunjukan lenong di bawakan dengan bahasa dan juga dialek betawi yang berasal dari Jakarta. Sekenario dalam pertunjukan lenong biasanya berisi pesan moral seperti membela yang lemah dan membenci ketamakan.

3. Ondel – Ondel

Ondel –ondel merupakan pertunjukan rakyat betawi yang sering di tampilkan dalam acara pesta rakyat dan juga pesta perkawinan orang betawi. Boneka ondel –ondel merupakan perwujudan dari leluhur yang senantiasa melindungi anak dan cucu dan penduduk betawi. Boneka ini di buat dari anyaman bambu yang di buat sedemikian rupa agar mudah dipikul.

4. Tanjidor

Tanjidor merupakan  kesenian betawi yangb berbentuk orkes. Tanjidor mulai di kenalkan sejak abat ke – 19 oleh Mayor Jantje. Kesenian ini biasanya di adakan untuk mengantar pengantin dan juga pada acara pawai. Pada umumnya kesenian tanjidor di adakan di tempat yang luas dan dapat di hadiri oleh banyak orang.

Festival Tahunan di Jakarta

Berbicara pariwisata, ada banyak objek wisata yang bisa Anda temukan di sini, mulai dari wisata kuliner, budaya, hingga berbagai festival diadakan secara tahunan di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, kota lain pun mengadakan festival tahunan seperti festival tahunan di Jogja, Bali, Bandung, dan lain – lain.

Berikut ini beberapa festival di Jakarta yang bisa Anda nikmati setiap tahun, yakni :

1. Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF)

Festival yang juga dikenal sebagai Java Jazz Festival ini merupakan festival musik jazz terbesar di dunia yang telah diselenggarakan sebanyak 10 kali di Indonesia, sejak tahun 2005 lalu. Ribuan  musisi Jazz dalam dan luar negeri sudah pernah memeriahkan festival

ini, misalnya saja Indra Lesmana, Idang Rasjidi, hingga Earth Wind, & Fire, Dave Koz, Natalie Cole, dan Stevie Wonder. Di tahun 2013, festival ini bahkan meraih penghargaan MURI karena memecahkan rekor dunia untuk pertunjukkan Jazz terbesar di dunia dengan jumlah musisi mencapai 1.300 di 21 panggung.

2. Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF)

JFFF (baca: je ef tri) yang diadakan pada setiap bulan Mei di Kawasan Sentra Kelapa Gading ini, merupakan wadah berkumpulnya produk mode Indonesia serta tempat makanan khas favorit di Jakarta. Terdapat tiga rangkaian cara utama di JFFF ini yaitu:

  • Fashion Extravaganza: ajang unjuk kreasi para deasiner profesional Indonesia.
  • Food Festival: festival kuliner Indonesia. Pada JFFF 2014 ini, selain Anda bisa menikmati beragam kuliner Indonesia dengan setting jaman dulu di Kampeong Tempo Doeloe, Anda juga bisa menikmati wine and beer tasting di event Wine & Cheese Expo pada rangkaian ini.
  • Gading Nite Carnaval: menampilkan berbagai atraksi dan pertunjukkan luar biasa yang menghibur, mulai dari persta kostum, atraksi seni tari, serta parade mobil hias.

3. Jakarta Night Festival

Jakarta Night Festival merupakan festival yang diadakan pemprov DKI Jakarta untuk menyambut malam pergantian tahun baru. Festival yang baru diadakan pada jaman pemerintahan Gubernur Jokowi ini memberikan pertunjukkan seni budaya serta hiburan yang ditampilkan di 12 panggung yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari halaman Balai Kota DKI Jakarta, dan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman. Rencananya, acara festival ini akan dijadikan sebagai agenda rutin tahunan.

4. Monas Festival Jakarta

Festival yang baru diadakan sebanyak dua kali ini merupakan festival kebudayaan, tidak hanya kebudayaan asli Jakarta saja, tapi juga kebudayaan daerah di luar Jakarta. Selain budaya, pengunjung juga bisa menikmati festival layang-layang yang diterbangkan di sekitar langit monas saat festival ini berlangsung.

5. Jak-Japan Matsuri

Festival kebudayaan ini diselenggarakan untuk menandakan hubungan baik antara Indonesia dengan Jepang. Di festival yang diadakan selama seminggu ini, pengunjung bisa menikmati berbagai pertunjukkan musik dan budaya, serta kuliner khas Jepang. Pada acara penutupan, pengunjungi juga bisa menikmati keindahan ratusan kembang api pada saat penutupan.

6. Pekan Raya Jakarta (PRJ)

Festival yang awalnya diadakan sebagai wadah untuk meningkatkan pemasaran produk dalam negeri ini sudah berlangsung sejak 1968. Saat ini Jakarta Fair diadakan sebagai rangkaian perayaan ulang tahun Jakarta. Sebagai wisata belanja, pengunjung bisa menemukan ribuan stand dengan berbagai produk unggulan dari seluruh Indonesia. Selain itu, pengunjung juga dihibur dengan berbagai pertunjukan musik, karnaval, serta pesta kembang api yang spektakuler.

7. Festival Jakarta Great Sale

Festival yang diadakan untuk keenam kalinya pada tahun ini, diadakan dalam rangka memeriahkan perayaan ulang tahun DKI Jakarta. Pengunjung bisa menikmati berbagi penawaran diskon yang fantastis dari berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta. Festival ini bisa dinikmati dalam waktu yang lama yakni hingga satu bulan.

8. Jakarta Fashion Week

JFW merupakan pekan mode tahunan terbesar di Indonesia. Diadakan pertama kali pada tahun 2008, dampak dan jangkauan JFW telah diakui oleh para profesional di Industri mode, mulai dari jurnalis fashion, stylist, hingga model internasional.

Daftar Penginapan Murah Kurang Dari 200 ribu di Jakarta

Sebagai sebuah kota metropolitan, Jakarta menjadi tempat tujuan favorit berbagai kaum pendatang saat memasuki musim liburan. Banyaknya pusat perbelanjaan besar hingga dunia hiburan malam menjadi salah satu alasan mengapa begitu banyak wisatawan yang ingin berlibur ke Jakarta. Dan disarankan untuk hemat saat wisata ke Jakarta, khususnya bagi para backpacker.

Sayangnya saat ini sebagian besar fasilitas akomodasi yang ada di daerah Ibu Kota sudah mematok tarif yang begitu mahal untuk menginap per malam. Apalagi jika Anda menginap di sebuah hotel berbintang yang aksesnya berada di pusat kota dan dekat dari mana saja.

Jika menginap di hotel berbintang, dana yang Anda siapkan setidaknya bisa berkisar antara Rp 300 ribuan hingga jutaan rupiah per malam. Sangat mahal bukan? Bayangkan jika Anda menginap di Jakarta selama beberapa hari, pasti uang saku Anda akan habis hanya untuk penginapan saja.

Nah, jangan terburu galau dulu. Sebab ternyata masih ada beberapa penginapan di Jakarta yang mematok rate kamar murah mulai dari Rp 40 ribuan, Rp 50 ribu, dan maksimal Rp 100 ribu saja. Namun tentunya fasilitas yang ditawarkan pun standar, setidaknya cukup nyaman untuk digunakan beristirahat. Berikut daftar penginapan termurah dengan tarif mulai dari Rp 50 ribu di Jakarta.

Nama Penginapan  & Nomor  Tarif per Malam
Hotel Kalibaru Jl. Kalibaru Timur III No. 36, RT 04 RW 09, Utan Panjang, Kemayoran, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. (021) 4246458 Rp 40.000 – 60.000
Graha Wisata Kuningan Gedung Graha Wisata, Jl. HR Rasuna Said, RT 1 RW 2, Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Telp: (021) 5256922 Rp 50.000
Djody Hotel & Hostel Jl. Jaksa No. 27-29/35 RT 01 RW 05, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Telp: (021) 3905976 Rp 60.000 – 135.000
Borneo Hostel Jl. Kebon Sirih Barat Dalam No. 37, RT 14 RW 2, Menteng, Jakarta Pusat. Telp: (021) 3140095 Rp 70.000 – 130.000
Penginapan Rio Jl. Jatinegara Timur 2 No. 7, RT 12 RW 2, Rawa Bunga, Jatinegara, . Telp: (021) 8515708 Rp 75.000 – 145.000
Hotel Fatrasari Jl. Bekasi Raya No. 41 KM 19, RT 4 RW 2, Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Telp: (021) 4609350 Rp 80.000 – 175.000
Hotel Saleh Jl. Utan Kayu No. 56, RT 12 RW 6, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Telp: (021) 8583056 Rp 95.000 – 185.000
Pondok Heras Suite Jl. Sungai Sambas VII No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp: (021) 31935584 Rp 96.199
Harapan Jaya Hotel Jl. Kramat Pulo Dalam I No. 77, Kramat, Senen, RT 4 RW 3, Jakarta Pusat. Telp: (021) 3909330 Rp 99.000 – 209.000
Hotel Kafila Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 45A-B, RT 4 RW 1, Maphar, Tamansari, Jakarta Barat. Telp: (021) 6491062 Rp 100.000 – 170.000

Wisata Gratis di Jakarta

Tidak semua harus bayar di Jakarta, nyatanya di Jakarta pun punya tempat wisata gratis. Sehingga tidak perlu jauh – jauh untuk pergi liburan.

Jakarta, dengan hiruk pikuk perkotaan dan hilir mudik kendaraan selalu berhasil memancarkan sinarnya hingga ke berbagai daerah. Tak sedikit pula turis yang merasa silau dengan gemilang Jakarta, hingga ingin datang langsung ke Ibukota Indonesia ini.

Untuk bisa liburan di Jakarta membutuhkan banyak uang. Belum lagi tiket masuk tempat wisata yang kadang agak tinggi. Tapi inilah wista gratis yang ada di Jakarta!

1. Banjir Kanal Timur

Sebenarnya, Banjir Kanal Timur (BKT) bukan sengaja dibangun sebagai tempat wisata. Pada awalnya, BKT dibuat sebagai tempat untuk menanggulangi banjir. Nyatanya, BKT sekarang bukan sekadar tempat penampungan air, tetapi juga menjadi salah satu tempat rekreasi baru, dan cukup ramai dikunjungi pelancong.

BKT terbentang memanjang sejauh 23,5 km mulai dari Kebon Nanas di Jakarta Timur hingga Pantai Marunda di Jakarta Utara. Jika menegok ke arah pinggir BKT, Anda bisa melihat ada banyak pepohonan dan rumput yang ditanam. Tidak hanya itu, jalan beraspal dengan taman kecil sengaja dibuat untuk mempercantik BKT.

Saat akhir pekan tiba, BKT selalu ramai dikunjungi pelancong. Ada yang duduk sambil menikmati semilir angin, ada pula yang mengobrol sambil mencicipi jajanan yang disediakan warung di pinggiran BKT.

Tidak hanya tempat rekreasi, BKT kini menjelma jadi salah satu tempat nongkrong para pedagang. Mulai dari pedagang gerobak, hingga warung-warung kecil yang menjual aksesoris dan ragam makanan tersedia di sini.

Uniknya, para penjual yang menjajakan makanan seperti bakso, mie ayam, sate dan lainnya menyediakan tikar agar pelancong bisa duduk lesehan. Inilah yang membuat BKT menjadi tujuan baru penduduk Jakarta yang ingin liburan. Eits, selain itu, yang membuat BKT semakin ramai adalah karena Anda tidak perlu membayar tiket masuk alias gratis!

2. Taman Ayodya

Tempat wisata gratis kedua yang bisa Anda kunjungi saat akhir pekan adalah Taman Ayodya di Barito, Jakarta Selatan. Dulunya taman ini masuk dalam kawasan pasar ikan hias yang cukup terkenal di Jakarta. Namun kemudian lahan luas ini disulap menjadi taman rindang di tengah kota, lengkap dengan kolam dan air mancur pada tahun 2009.

Kini, Taman Ayodya menjadi alternatif tujuan wisata warga ibukota, terutama yang ingin mencicip asyiknya akhir pekan, namun tidak ingin keluar biaya banyak. Ya, Taman Ayodya hadir sebagai salah satu destinasi wisata gratis di Jakarta.

Masuk ke dalam, Anda bisa memandangi hijaunya taman sambil duduk santai di bangku yang menghadap taman. Ya, Taman Ayodya memiliki danau seluas 1.500 m2 di bagian tengahnya.

Datanglah pada sore hari, akan ada banyak anak kecil yang berlarian di antara pepohonan rindang yang menghuni Taman Ayodya. Anda pun bisa melihat kecerian mereka sambil duduk di atas gazebo yang tersedia di dalam taman.

3. Museum Art Mon Decor

Siapa sangka kalau sebuah museum keren bisa dimasuki gratis. Adalah Museum Art Mon Decor museum keren di tengah Jakarta, yang tidak memungut biaya apapun bagi pengunjungnya. Museum ini memang belum begitu dikenal banyak orang, padahal Museum Art Mon Decor adalah salah satu gudangnya karya seni lukis.

Tidak seperti museum lain yang umumnya gelap dan menimbulkan kesan angker, Art Mon Decor malah sebaliknya. Dari luar saja, wisatawan langsung dihadapkan dengan bangunan modern khas perkotaan. Masuk ke dalam, Anda langsung melihat ada banyak koleksi lukisan terpampang di sana.

Ya, museum yang berada di Jl Rajawali Selatan Raya No 3 ini tidak rumit apabila kamu mengikuti rute jalan menuju Museum Art Mon Decor. Museum memang sengaja dibuat seperti galeri lukisan. Seluruh lantai yang mengisi gedung, diisi dengan karya seniman handal, sebut saja Affandi dan Sunaryo.

Uniknya, museum ini selalu mengganti temanya setiap 3 bulan sekali. Tidak hanya itu, Art Mon Decor juga menggelar pameran lukisan karya maestro terkenal.

4. Taman Proklamator

Jika sedang jalan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, sempatkanlah mampir di Taman Proklamor. Ini adalah salah satu destinasi wisata gratisan yang bisa Anda nikmati di Jakarta.

Datang ke Taman Proklamator, pengunjung seolah dibawa ke masa saat teks proklamasi dibacakan. Ini terasa jelas lewat patung kedua proklamator, Soekarno dan Hatta, yang berdiri tegak di tengah taman dengan lapangan luas di hadapannya.

Tidak hanya itu, di Taman Proklamator, Anda bisa melihat ada tugu yang sengaja dibuat sebagai peringatan 1 tahun Indonesia, Tugu Peringatan Satu Tahun Proklamasi namanya. Tugu ini berbentuk obelisk seperti Monas, hanya saja berukuran lebih mini. Pelancong pun bisa dengan mudah menemukannya saat baru tiba di taman.

Waktu paling asyik untuk datang ke Taman Proklamator adalah saat sore hari. Ketika itu matahari bersinar tidak begitu terik, Anda pun bisa nongkrong santai di dalam taman sambil melihat anak-anak yang ramai bermain bola dipelataran taman.

5. Situ Lembang

Selain Taman Proklamator, Jakarta Pusat masih punya destinasi gratis lain yang bisa Anda kunjungi, yaitu Situ Lembang di Menteng. Danau cantik ini memang selalu ramai dikunjungi anak muda, terutama saat akhir pekan tiba.

Berada di Jl Lembang, dekat Taman Surapati, Situ Lembang tampak anggun dikelilingi pepohonan ridang nan teduh. Bunga teratai yang duduk tenang di atas danau pun menambah kesan cantik danau ini.

Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan saat liburan ke Situ Lembang, mulai dari memancing, bermain, hingga sekadar duduk-duduk santai. Nah, untuk yang membawa anak-anak, Anda bisa mengajak sang buah hati untuk bermain di ayunan dan wahana motorik yang tersedia.

Seolah memang sengaja disediakan untuk semua umur. Situ Lembang juga menyediakan fasilitas refleksi yang cocok untuk digunakan para orang tua. Ini adalah jalur kecil yang dilengkapi dengan bebatuan kecil yang disusun khusus.